...

...

16 October 2009

Reverse Power Relay

Reverse power biasanya digunakan untuk menjelaskan mengenai fenomena perubahan unjuk kerja dari generator menjadi motor.

jadi dalam kejadian ini, sebuah generator yang tadinya menghasilkan daya listrik, berubah menjadi menggunakan daya listrik, dengan kata lain generator menjadi motor listrik. Hal ini bisa terjadi karena pada dasarnya antara generator dan motor memiliki konstruksi yang sama dan jika:

1. generator dihubungkan paralel atau bergabung dalam suatu jaringan dengan generator lain.

2. torsi yang dihasilkan oleh penggerak mula (prime mover, dalam hal ini misalkan turbin uap, turbin air, atau mesin diesel) lebih kecil dari torsi yang dibutuhkan untuk menjaga agar kecepatan rotornya berada pada kecepatan proporsionalnya (dengan referensi frekuensi sistem).

3. terjadi kehilangan torsi dari penggerak mulanya (dengan kata lain penggerak mulanya seperti turbin atau mesin diesel "TRIP" atau mengalami kegagalan operasi) dan generator masih terhubung dengan jaringan. Karena masih ada kecepatan sisa pada rotornya, sedangkan disisi statornya ada tegangan dari jaringan, sehingga tegangan di stator menginduksi ke lilitan rotor yang berputar.

Dampak reverse power adalah sebagai berikut:
1. untuk diesel generator dapat terjadi ledakan pada ruang bakarnya karena adanya akumulasi bahan bakar yang tak terbakar sedangkan rotor terus berputar,
2. pada gas turbin juga akan merusak gearbox nya dan
3. pada hydro plant (turbin air) akan terjadi kavitasi.

Inti dari semuanya, jika terjadi reverse power pada suatu unit pembangkit listrik adalah terjadi kerusakan pada peralatan penggerak mulanya (prime mover) atau turbinnya. oleh karena itu pada generator dipasang relay reverse power sebagai pengamannya, dan biasanya interlock dengan generator CB nya.

reverse power relay bekerja dengan mengukur komponen aktif arus beban, I x cos φ.

Ketika Generator beroperasi dan menghasilkan daya listrik maka komponen arus beban I x cos φ bernilai positif, sedangkan dalam kondisi reverse power maka komponen beban aktif I x cos φ akan berubah menjadi bernilai negatif. Dan jika nilai negatif ini melampaui set point dari relay, maka relay reverse power akan bekerja dan beberapa saat kemudian memerintahkan Circuit breaker untuk membuka.

Semoga bermanfaat,

*** HaGe *** http://dunia-listrik.blogspot.com

Artikel Terkait Lainnya:



5 komentar:

Dear mas hage.
Fenomena Reverse power sering terlihat di t4 kerja q. Tp itu coz da sedikit trouble. Stlh fixed, dah jarang muncul.
Mau nanya neh,
Kl di t4 q generator maupun engine bisa override manual. Ketika cos pi q turunin manual ampek minus, engine q bisa kena reverse kah? thx.tkk

maaf pak/mas.. mau nanya nih saya punya kasus, turbin uap dengan speed maksimal 7500 rpm, tp pada saat di 4000 rpm kW meter menunjukan angka 250 kW (pdhal blom synchrone) dan kemudian pada saat 5000 rpm terjadi reverse power (indikator alarm relay reverse power menyala). kira2 apa yg terjadi ya pak?dan apa solusinya? terima kasih..

thanks, infonya sangat membantu. btw bisa jelasin gak mengenai kenapa trafo step up 150 kv gk pake ngr. knpa juga netralnya trafo mesti di grondingkan. pdahal kan sdah ada aresternya. mohon dibantu yah, soalnya aku baru blajar soal listrik.. :)

kw meter menunjuk angka 250 kw tidak benar karena sistem belum sinkron / generator belum berbeban. Reverse power juga tidak benar pada sistem yang belum sinkron dengan jaringan karena tidak ada sumber arus balik yang menuju generator.
kesimpulannya cek kembali alat ukur dan sistem proteksi.

pengaturan cosphi pada generator hanya mempengaruhi terhadap Var pembangkitan, sedangkan reverse power dipengaruhi arus produksi pembangkitan sebagai representasi dari produksi Watt yang dihasilkan generator. jika generator dikondisikan 0 Watt pada kondisi sinkron kemungkinan reverse power ada tanpa memperhatikan cosphi sekalipun. cmiiw

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan anda di blog Dunia Listrik, Semoga bermanfaat.

Untuk diskusi dan opini, silahkan kunjungi "Forum Dunia Listrik"

Dapatkan informasi melalui email, setiap artikel baru diterbitkan dengan mendaftarkan alamat email anda di fitur "Registrasi E-mail".

Sebarkan Blog ini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites